Tahukah kamu dalam pagelaran tari terdapat pola lantai yang digunakan penari untuk bergerak? Jika belum tahu, yuk berkenalan dengan contoh pola lantai dalam seni tari pada artikel ini!
Pola lantai adalah formasi atau posisi penari saat menampilkan sebuah pertunjukan seni tari.
Dengan adanya pola lantai, sebuah pertunjukan akan semakin menarik untuk dinikmati.
Maka dari itu, pembuatan pola ini biasanya ditentukan dari ukurang panggung, jumlah penari, dan alur cerita sebuah tarian.
Pada artikel kali ini, 99.co tidak hanya akan membahas pola lantai, tetapi juga jenis dan fungsinya.
Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan selengkapnya di bawah ini!
Jenis-Jenis Pola Lantai
1. Pola Lantai Horizontal
Pola lantai horizontal memposisikan para penari berada dalam satu garis lurus yang sejajar ke arah dan kiri.
Jumlah barisnya bisa lebih dari satu tergantung pada jumlah penari.
Dari pola tersebut, kita akan mendapatkan kesan kebersamaan dari para penari yang akan tampil.
Jenis pola lantai ini bisa dikembangkan lagi menjadi pola lantai zigzag.
Nantinya, penari bisa melakukan selang seling ke depan dan ke belakang dalam satu barisan.
2. Pola Lantai Vertikal
Macam pola lantai selanjutnya adalah pola lantai vertikal.
Jenis pola ini mengharuskan para penarinya untuk membentuk garis lurus dari depan ke belakang.
Pola vertikal memiliki makna yang dalam dan menarik karena menggambarkan hubungan manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa.
Dari pola ini, kesan yang ditampilkan adalah menyatu dan kuat.
Pola lantai vertikal bisa dikembangkan menjadi pola zigzag dan diagonal, tergantung gerakan tariannya.
3. Pola Lantai Diagonal
Pola lantai diagonal menempatkan penari pada barisan yang lurus dan agak menyudut ke kiri atau ke kanan.
Pola ini memungkinkan posisi setiap penari berselang-seling secara bergantian baik ke depan atau ke belakang.
Makna yang terkandung dalam pola lantai tari tradisional ini cukup dalam yakni kesan kekuatan bersama yang dinamis.
Untuk pengembangannya, pola lantainya bisa dibuat menjadi pola berbentuk tanda silang dan bentuk pola lantai V.
4. Pola Garis Melengkung
Pola lantai melengkung menempatkan penari pada barisan dengan posisi yang melengkung.
Ada beberapa tipe dalam contoh pola lantai garis melengkung, yaitu lengkung luar, angka delapan, dan garis lingkaran.
Pola tersebut mengandung makna tentang kelenturan dan keserasian.
Fungsi Pola Lantai
Penggunaan pola lantai tidak hanya sekadar memiliki makna tertentu sesuai tema dari penampilan tariannya.
Pola lantai juga memiliki beberapa fungsi.
Berikut penjelasannya.
1. Menunjukkan Kekompakkan Penari
Fungsi pola lantai pertama adalah untuk menata posisi dari gerakan tarian dan membentuk komposisi dalam pertunjukan tari.
Dengan posisi yang teratur, maka akan tercipta kekompakan dari para penari dan tariannya pun terlihat lebih indah dan menarik untuk disaksikan.
2. Mempermudah Perpindahan Gerak Penari
Penari yang mempelajari berbagai jenis pola lantai akan lebih mudah melakukan perpindah.
Hal ini karena penari memahami area mana saja yang jadi area miliknya tanpa khawatir mengganggu area penari lainnya.
3. Membuat Penari Terlihat Lebih Energi
Adanya pola lantai bisa membantu penari untuk tampak lebih energik saat berada di atas panggung.
Ini membuat penonton tidak akan merasa bosan selama menyaksikan pertujukan tarinya.
4. Menghindari Kekacauan
Tanpa pola lantai, penari tidak mengetahui ke mana ia harus melakukan perpindahan gerak selanjutnya.
Hal tersebut bisa meningkatkan risiko terjadi tubrukan, tidak sengaja menginjak kaki, dan kekacauan lainnya di atas panggung.
Contoh Pola Lantai dalam Seni Tari Tradisional
1. Tari Pendet
Contoh pola lantai biasa ditemukan pada tari pendet.
Tari tradisional Bali ini awalnya adalah tari pemujaan yang banyak diperagakan di pura.
Namun, seiring berjalannya waktu, tarian tersebut diubah menjadi tarian selamat datang.
Walaupun begitu, tarinya tetap mengandung anasir yang sakral dan religius.
Pola lantai yang digunakan pada tari pendet adalah pola berbentuk huruf V dan pola lantai garis horizontal.
2. Tari Bedhaya Ketawang
Tari Bedhaya Ketawa adalah tarian daerah berpasangan dan grup yang berasal dari Yogyakarta.
Berbeda dengan contoh pola lantai tari pendet, tarian ini memiliki penamaan yang berbeda untuk tiap pola lantainya.
Jenis pola lantai yang digunakan pada tari bedhaya ketawang adalah rakit lajut, ajeng-ajengan, iring-iringan, endhel-endhel, lumebet, dan rakit tiga-tiga.
3. Tari Jaipong
Contoh pola lantai lainnya bisa dilihat pada pagelaran tari jaipong.
Tarian khas tanah Sunda tersebut mempunyai pola lantai yang dinamis.
Pasalnya, gerakan penarinya terinspirasi dari gerakan pencak silat.
Tari Jaipong memiliki tiga jenis pola lantai yakni pola horizontal, vertikal, diagonal.
4. Tari Kuda Lumping
Tari kuda lumping adalah tarian yang berasal dari daerah Ponorogo.
Pada praktiknya, tarian Jawa Timur ini memiliki pola lantai yang terus berganti-ganti.
Umumnya, tarian dengan alat peraga kuda dari bambu ini mempunyai pola lantai gabungan.
Pola lantai gabungan tersebut biasanya terdiri dari pola lantai melingkar, pola vertikal, dan pola horizontal.
5. Tari Bedhaya Semang
Kamu bisa melihat contoh pola lantai pada tari Bedhaya Semang dari Yogyakarta.
Pola lantai yang digunakan pada tarian klasik satu ini antara lain rakit julur, gawang jejer wayang, gayang perang, gawang tiga-tiga, dan gawang kalajengking.
6. Tari Piring
ilustrasi pengertian pola lantai, apa hubungan jumlah penari dengan pola lantai tarian sumber: regional.kompas.com
Tari piring adalah tarian tradisional khas suku Minangkabau yang menampilkan atraksi menggunakan piring.
Jenis gerakan yang dilakukan pada tarian ini adalah gerak batanam, manyabik, mengirik pada, dan baguliang.
7. Tari Serimpi
Tari Serimpi adalah tarian Jawa Tengah yang dikenal dengan gerakannya yang lembut.
Saat ditampilkan, tarian ini menggunakan pola lantai vertikal.
8. Tari Saman
ilustrasi pengertian pola lantai, apa hubungan jumlah penari dengan pola lantai tarian sumber: orami.co.id
Berasal dari Aceh, tari Saman biasanya ditampilkan pada suatu perayaan penting.
Pola lantai yang digunakan pada tarian ini adalah garis lurus vertikal.
9. Tari Seudati
Tari Seudati adalah tarian tradisional lainnya yang berasal dari Aceh.
Umumnya, tarian ini dibawakan penari pria dengan gerakan yang energik dan diiringi alunan syair.
Pola lantai yang digunakan sendiri adalah kombinasi dari garis lurus, lengkung, dan zig-zag.
10. Tari Randai
Tari Randai adalah tarian tradisional yang berasal dari Sumatra Barat.
Termasuk tarian berkelompok, pola lantai yang digunakan pada tarian ini adalah garis melengkung.
FAQ Contoh Pola Lantai
Apa saja contoh pola lantai?
Berikut contoh pola lantai:
- Pola lantai garis vertikal
- Pola lantai garis horizontal
- Pola lantai garis diagonal
- Pola garis lengkung
Contoh pola lantai ada berapa?
Macam macam pola lantai sendiri terbagi ke dalam dua jenis, yakni garis lurus dan garis lengkung.
Tari apa saja yang menggunakan pola lantai garis lurus?
Tari tradisional yang menggunakan pola lantai garis lurus adalah tari Pendet, tari Kecak, tari Sekapur Sirih, dan tari Seudati.
***
Semoga bermanfaat ya.
Baca ulasan terbaru lainnya hanya di Berita 99.co Indonesia
Untuk dapatkan artikel terbaru, yuk ikuti Google News sekarang juga.
Akses www.99.co/id dan rumah123.com untuk temukan hunian idamanmu karena pasti #SegampangItu.